21 May 2017 Maulana Jibril

Arti kata KAFIR adalah

*BUAT ORANG2 NON-MUSLIM YANG KALO MARAH DIBILANG “KAFIR” !!!*

_Hampir 100% orang Non-Muslim yang marah ketika disebut KAFIR itu adalah orang2 yang Gagal Paham._

*PAHAMI DULU ARTI KAFIR…*

*Saya agak aneh dengan orang2 non-muslim yang “Baper”… lalu merasa bahwa Islam adalah Agama yang “Intoleran” karena telah menyebut orang2 Non-Muslim dengan sebutan “Kafir”, dan Lucunya lagi ada pula dari beberapa kawan2 yang Muslim juga sewot dengan sebutan Kafir pada orang-orang Non-Muslim tersebut dengan alasan bahwa penyebutan “KAFIR” kepada Non-Muslim adalah tidak menghargai Kaum Non-Muslim…* 😳

*Pertanyaanya… bagi Kalian yang Non-Muslim, paham tidak arti kata “Kafir” itu ???*

Sekasar itukah kata “Kafir” yang Kalian anggap ?

Di dalam Al-Qur’an kata “Kafir” itu diberikan Oleh Allah SWT kepada Kaum Non-Muslim, kaum yang “TIDAK MENYEMBAH ALLAH SWT”…, *orang-orang yang tidak mengimani Al-Qur’an dan yang menolak Muhammad SAW itu sebagai Rasul*…. lalu kalian mau protes dan mengatakan bahwa Allah SWT tidak menghargai kalian karena menyebut kalian kafir ???

*Masya Allah !!! Betapa BODOH dan TERSESATNYA Kalian !!!*

Padahal Kalian lah yang tidak paham bahwa Allah SWT telah menggunakan istilah *”KAFIR” sebagai satu kata Perumpamaan yang paling halus yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mengimani Allah SWT, Al-Qur’an dan Rasulullah SAW…*

MAU TAHU ARTI KATA KAFIR ???

Kafir adalah sebutan bagi orang yang *”kufur”*, Kufur itu artinya *”menutup diri”*…

Arti kata kufur itu sendiri sangat halus, tidak menyengat hati…, jadi apa yang salah dengan kata “kafir” itu ???

Ini salah satu Contoh kata Kufur dalam Al-Qur’an :

β–ͺ”Seperti hujan yang tanam-tanamannya membuat para “kuffar” menjadi kagum” (QS. Al-Hadid : 20). Jadi Kuffar = Petani (petani yang kerjanya menutup benih), Halus kan…? Tidak ada yang kasar dengan kata “Kafir”, lalu kenapa Kalian yang Non-Muslim serta Kalian2 juga yang mengaku Muslim menjadi *gagal paham* dan *amat reaktif* begitu mendengar kata “Kafir” ???

Padahal kata kafir itu berasal dari kata *Kufur/Kuffar* yang artinya hanya *”Menutup Diri”*…

Di dalam Agama Islam sendiri, Kafir itu ada banyak macamnya, setidaknya ada 5 (lima) macam, diantaranya adalah :

1. *Kufur Zindiq*, yaitu yang tidak mengakui kebenaran Islam tetapi pura-pura masuk atau menjadi pemeluk agama Islam.

2. *Kufur Inadi*, yaitu yg meyakini adanya Allah SWT dengan hati dan lisannya, tetapi tidak mau patuh pada perintah2 Allah itu sendiri.

3. *Kufur Mu-attil*, yaitu yg sama sekali tidak percaya akan adanya Allah SWT, baik hatinya maupun lisannya.

4. *Kufur Nikmat*, yaitu tidak mau mensyukuri nikmat2 yang telah Allah SWT berikan kepadanya.

5. *Kufur Juhud*, yaitu orang yang mengingkari kebenaran Agama Allah SWT.

Jadi….., Allah Ta’alaa telah menggunakan kata *Kafir* itu sendiri sebagai istilah atau “Kata Ganti” bagi orang-orang yang menutup dirinya dari eksistensi Allah SWT, tiada sama sekali kaitannya dengan anggapan adanya “Penghinaan / Cacian” dalam kata *”Kafir”* tersebut.

Lalu mereka Para Non-Muslim yang Gagal Paham terhadap makna “Kafir” mengatakan : *”Jangan seenaknya mengkafir-kafirkan orang…!”*

*Ciee…Cieee… Bodohnya !!!*

Hal ini sama saja seorang Turis Bule yang marah2 ketika diberi label *”WNA”* !!!

Yaa… kalau tidak mau disebut sebagai “WNA”, harus masuk jadi WNI dulu donk… 😱😜

SAMA KHAN ANALOGINYA…???

Padahal, kalau kita baca di dalam kitab-kitab orang-orang Non-Muslim (misalnya : Kristen), mereka lebih parah menyebut orang-orang yang berada di luar agama mereka.

*Tidak Percaya ???*

Ini buktinya…, di dalam agama Kristen, penyebutan orang-orang di luar Kristen adalah dengan sebutan binatang, yakni tepatnya *”Domba yang Tersesat…”*

Coba saja Cek dalam Kitab Injil Lukas 15 : 2-3, Matius 15:24 :

“Aku diutus hanya pada Domba2


tersesat dari Bani Israil…..”, ini bermakna bahwa manusia di luar Kristen diumpamakan sebagai binatang… ✌

Sekarang mari sama-sama kita lihat saja Penyebutan terhadap orang-orang yang berada di luar Agama Yahudi, berdasarkan *Kitab Talmud* (Kitabnya orang Yahudi). Dalam kitab Talmud Yahudi tersebut yakni dalam *”Yebamont 98a”*, dikatakan juga bahwasan semua orang di luar Agama Yahudi adalah : *”Babi” !* kemudian juga bisa dilihat dalam *”Kerithuth 6b”* disebutkan β€œHanya Orang-orang Yahudi lah sebagai manusia, sedangkan orang2 Non-Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang… 😰

Sekarang, mana coba yang lebih halus penyebutannya dalam penggunaan istilah atau kata perumpamaan orang2 yang berada di luar Komunitas Agamanya ???

Yaa…Jelas-jelas *”Islam lah yang Paling Halus !”* βœŒπŸ˜‡πŸ‘οΏ½

Kemudian, Mana yang lebih *”Toleran”*, kata Kafir (dalam Islam), Domba (dalam Kristen) atau Binatang (dlm Yahudi) ?

Islam jelas lebih *Toleran* dalam menghargai orang-orang di luar agamanya…. dengan *”hanya menyebut”* mereka sebagai Kafir yang artinya *”Menutup Diri”*…

Maka Belajarlah… dan Jadilah orang yang tahu, BUKAN ORANG YANG SOK TAHU…

Untuk yang Muslim, maka jadilah seorang muslim yang *”Kaffah”*, yakni Muslim yang paripurna, menyeluruh, dan tidak setengah-setengah…

Just copas..
SEMOGA BERMANFAAT… πŸ™πŸ˜‡